SUMBER DAYA MANUSIA

Sumber Daya Manusia

Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) merupakan data strategis bagi Jawa Timur, karena sektor pertanian merupakan sektor dominan setelah sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR), dan sektor industri. Hasil Sakernas yang dilaksanakan bulan Agustus 2014 diperoleh perkembangan berdasarkan pekerjaan utama pada usia produktif pada Tabel 5.1.

Tabel 5.1 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas di Jawa Timur yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama, 2014

Dalam mengoptimalkan program pembangunan tanaman pangan dan hortikultura, tenagakerja mempunyai peran yang sangat penting. Tenaga kerja pertanian (dalam arti sempit) merupakan tenaga kerja terbesar dengan jumlahnya mencapai 7,26 juta jiwa pada bulan Agustus 2014 atau 37,61 persen dari jumlah tenaga kerja Jawa Timur yang tersebar ke dalam empat sub sektor pertanian. Secara nasional, prosentase tenaga kerja pertanian di Jawa Timur sebesar 18,63 persen dari tenaga kerja pertanian nasional yang mencapai 38,97 juta jiwa. Jumlah tenaga kerja sektor pertanian yang besar tersebut, ternyata hanya mampu memberikan kontribusi PDRB Jawa Timur tahun 2014 sebesar 13,73 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa produktivitas tenaga kerja pertanian masih rendah, dan hal tersebut disebabkan masih rendahnya tingkat pendidikan dan kemampuan adopsi teknologi. Upaya peningkatan kualitas tenaga kerja pertanian diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, yang akhirnya mampu meningkatkan kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Jawa Timur. Selanjutnya berdasarkan dari hasil Survei Angkatan Kerja Nasional oleh BPS perkembangan tahun 2014 terlihat pada Tabel 5.2.

Tabel 5.2. Karakteristik Tenaga Kerja Pertanian, Kehutanan, Perburuan, dan Perikanan
Jawa Timur Tahun 2014

Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian di Jawa Timur sampai dengan akhir tahun 2014 sebagai berikut :
– Jumlah aparat Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur sebanyak 1.094 orang yang terdiri dari golongan IV sebanyak 118 orang (10,79 persen), golongan III sebanyak 772 orang (68,74 persen), golongan II sebanyak 211 orang (19,10 persen), dan golongan I sebanyak 15 orang (1,37 persen);
– Perkembangan Petugas Pertanian Kecamatan (Mantri Pertanian) sebagai petugas yang berinteraksi dengan petani / kelompoktani sebanyak 664 orang;
– Petugas Pengamat Hama Penyakit/Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (PHP/POPT) sebanyak 470 orang tersebar di 29 kabupaten dan 7 laboratorium (Laboratorium Pandaan – Pasuruan, Jabon – Mojokerto, Pamekasan, Madiun, Tanggul – Jember, Kening – Tuban, Tulungagung);
– Pengawas benih sebanyak 107 orang yang tersebar di 38 kabupaten termasuk analisis benih diprovinsi;
– Jumlah penyuluh pertanian (Badan Ketahanan Pangan, 2014) sebanyak 2.266 penyuluh PNS dan 2.419 penyuluh THL-TB;
– Perkembangan Kelompoktani sampai dengan akhir tahun 2014 sebanyak 31.433 kelompok dan yang tergabung dalam Gabungan Kelompoktani (Gapoktan) sebanyak 6.105 gapoktan.