KEPENDUDUKAN

Kependudukan, Sosial Budaya dan Kesejahteraan

Dari segi demografi, perkembangan penduduk menurut hasil Sensus Penduduk 2010 di Jawa Timur, menunjukkan jumlah penduduk Jawa Timur sebanyak 37.476.011 orang, terdiri dari 18.488.290 laki-laki dan 18.987.721 perempuan. Dibandingkan dengan provinsi lainnya, Jawa Timur merupakan provinsi dengan penduduk terbesar kedua di Indonesia setelah Jawa Barat yang mencapai 43.117.260 orang dengan jumlah penduduk tertinggi Kota Surabaya sebanyak 2.765.908 orang dan terendah yaitu Kota Mojokerto dengan jumlah penduduk sebesar 120.132 orang. Sejak tahun 2000, pertumbuhan penduduk di Jawa Timur sudah di bawah 1,00 persen per tahun. Kabupaten/kota yang memiliki tingkat laju pertumbuhan penduduk di atas 2,00 persen hanya Kabupaten Sidoarjo. Sementara kabupaten/kota yang memiliki tingkat laju pertumbuhan penduduk terendah adalah Kabupaten Ngawi sebesar 0,05 persen, bahkan Kabupaten Lamongan tumbuh minus 0,02 persen. Selanjutnya perkembangan jumlah penduduk Jawa Timur hasil proyeksi yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur (Jawa Timur Dalam Angka 2014), yaitu sebesar 38.363,20 ribu jiwa pada tahun 2013 atau meningkat 886,44 ribu jiwa dibandingkan hasil Sensus Penduduk 2010. Jumlah penduduk Jawa Timur terus mengalami perkembangan pada tahun 2014 sebesar 247,01 ribu jiwa atau tumbuh sebesar 0,69 persen menjadi 38.610,20 ribu jiwa terdiri 19.051,6 ribu jiwa laki-laki dan 19.558,6 ribu perempuan yang tersebar di 38 Kabupaten dan Kota se Jawa Timur dengan sebaran jumlah penduduk yang paling besar di Kota Surabaya, yaitu 2.833,90 ribu jiwa, diikuti Kabupaten Malang 2.527,10 ribu jiwa dan Kabupaten Jember 2.394,60 ribu jiwa.
Di Jawa Timur, umumnya kaum lelaki menjadi kepala rumah tangga yang bertanggungjawab dalam mencari nafkah untuk anggota rumah tangganya karena laki-laki yang dianggap mampu memenuhi kebutuhan hidup. Sedangkan kaum perempuan masih diposisikan sebagai ibu rumah tangga yang bertugas mengelola nafkah dari kepala keuang serta mengurus kebutuhan anggota rumah tangganya. Demikian pula kondisi rumah tangga pertanian masih didominasi laki-laki dengan hasil ST2013 menunjukkan bahwa dari sebanyak 6,18 juta orang petani di Jawa Timur sebanyak 4,62 juta orang (74,77 persen) dan hanya dijumpai sekitar sebanyak 1,56 juta orang (25,23 persen) kepala rumah tangga dari kaum perempuan

Tabel 2.1. Karakteristik Penduduk Jawa Timur pada Tahun 2010 – 2015  ( klik untuk memperbesar )

Jumlah penduduk miskin di Jawa Timur tahun 2014 sebanyak 4.748.420 jiwa atau 17,13 persen dari jumlah 27.727.800 jiwa penduduk miskin di Indonesia (http://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/1488) dan sebanyak 3.216.530 jiwa merupakan penduduk miskin yang tinggal di pedesaan dan sebagian besar merupakan petani. Kejenuhan sebagai penduduk miskin di sektor pertanian, menggerakkan hati mereka untuk mencoba mengadu nasib di sektor lain yang diyakini lebih menjanjikan.

Tabel 2.2. Perkembangan Penduduk Miskin Jawa Timur pada Tahun 2010 – 2014

Hasil pencacahan lengkap Sensus Pertanian 2013 dan Survei Pendapatan Rumah Tangga Usaha Pertanian 2013 dalam buku Potret Usaha Pertanian Provinsi Jawa Timur Menurut Subsektor menunjukkan bahwa jumlah rumah tangga pertanian yang mempunyai sumber pendapatan utama dari usaha di sektor pertanian sebagian besar (66,23 persen) rumah tangga pertanian mempunyai sumber pendapatan utama dari usaha tanaman padi dan palawija. Sementara itu, sebanyak 10,80 persen rumah tangga pertanian mempunyai pendapatan utama dari usaha peternakan. Usaha pertanian lain yang banyak menjadi sumber pendapatan utama rumah tangga pertanian adalah usaha tanaman perkebunan dan hortikultura masing-masing sebanyak 10,25 persen dan 7,73 persen rumah tangga pertanian. Sementara rumah tangga pertanian yang menjadikan usaha pertanian lain seperti budidaya ikan, penangkapan ikan, dan usaha di subsektor kehutanan sebagai sumber pendapatan utama sebesar 2,88 persen dan 1,59 persen.

Gambar 2.1. Rumah Tangga Pertanian dengan Sumber Pendapatan Utama Usaha Sektor Pertanian (Sensus Pertanian 2013)


Tabel 2.3. Rata-rata Pendapatan Per Rumah Tangga Pertanian Menurut Sumber Pendapatan/Penerimaan Selama Setahun (000 Rp)