PERTANIAN

POTENSI KOMODITAS UNGGULAN KAWASAN

TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA JAWA TIMUR

1. Kondisi Umum Wilayah, Agroekologis dan Lingkungan

Wilayah Provinsi Jawa Timur dengan luas 48.039,14 Km² memiliki batasbatas sebagai berikut: sebelah Utara Laut Jawa, sebelah Timur Selat Bali, sebelah Selatan Samudera Hindia, dan sebelah Barat berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah. Secara astronomis terletak antara 111°,0′-114°,4′ Bujur Timur dan 7°,12′-8°,48′ Lintang Selatan. Sebagian besar wilayah Jawa Timur terdiri dari 90persen wilayah daratan dan 10 persen wilayah Kepulauan termasuk Madura. Secara administrasif berdasarkan Permendagri No. 18 Tahun 2013 tentang Buku Induk Kode Wilayah, Jawa Timur terdiri dari 38 Kabupaten/Kota (29 Kabupaten dan 9 Kota) yang mempunyai 664 Kecamatan dengan 783 Kelurahan dan 7.7 22 Desa.
Salah satu faktor penting yang mempengaruhi tingkat kesuburan tanah adalah banyaknya gunung berapi yang masih aktif. Provinsi Jawa Timur mempunyai beberapa gunung berapi yang masih aktif yang tersebar mulai mulai dari perbatasan barat ke timur meliputi Gunung Lawu, Gunung Kelud, Gunung Bromo, Gunung Argopuro, dan Gunung Ijen, Gunung Raung dengan gunung tertinggi yaitu Gunung Semeru.

Detail uraian lengkap tentang bagian ini silahkan klik link/tautan berikut : Kondisi Umum Wilayah, Agroekologis dan Lingkungan.

2. Kependudukan, Sosial Budaya dan Kesejahteraan

Dari segi demografi, perkembangan penduduk menurut hasil Sensus Penduduk 2010 di Jawa Timur, menunjukkan jumlah penduduk Jawa Timur sebanyak 37.476.011 orang, terdiri dari 18.488.290 laki-laki dan 18.987.721 perempuan. Dibandingkan dengan provinsi lainnya, Jawa Timur merupakan provinsi dengan penduduk terbesar kedua di Indonesia setelah Jawa Barat yang mencapai 43.117.260 orang dengan jumlah penduduk tertinggi Kota Surabaya sebanyak 2.765.908 orang dan terendah yaitu Kota Mojokerto dengan jumlah penduduk sebesar 120.132 orang. Sejak tahun 2000, pertumbuhan penduduk di Jawa Timur sudah di bawah 1,00 persen per tahun. Kabupaten/kota yang memiliki tingkat laju pertumbuhan penduduk di atas 2,00 persen hanya Kabupaten Sidoarjo. Sementara kabupaten/kota yang memiliki tingkat laju pertumbuhan penduduk terendah adalah Kabupaten Ngawi sebesar 0,05 persen, bahkan Kabupaten Lamongan tumbuh minus 0,02 persen. Selanjutnya perkembangan jumlah penduduk Jawa Timur hasil proyeksi yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur (Jawa Timur Dalam Angka 2014), yaitu sebesar 38.363,20 ribu jiwa pada tahun 2013 atau meningkat 886,44 ribu jiwa dibandingkan hasil Sensus Penduduk 2010.

Detail uraian lengkap tentang bagian ini silahkan klik link/tautan berikut Kependudukan, Sosial Budaya dan Kesejahteraan.

3. Sarana Prasarana dan Kelembagaan

Infrastruktur, sarana dan prasarana sangat penting bagi pengembangan wilayah di Jawa Timur. Infrastruktur yang memadai erat kaitannya dengan perkembangan sosial ekonomi masyarakat. Sarana transportasi berdasarkan data BPS Jawa Timur ( Jawa Timur dalam Angka Tahun 2014) tercatat bahwa panjang jalan raya di Jawa Timur yang tergolong jalan provinsi adalah 1.760,91 km. Prasarana penyeberangan mempunyai peran yang sangat penting dalam mendukung berbagai kegiatan sosial ekonomi masyarakat, baik internal provinsi maupun antar provinsi melalui Lintas Ujung – Kamal, Lintas Gilimanuk – Ketapang dan Lintas Jangkar – Kalianget. Perkembangan perekonomian Jawa Timur menuntut pergerakan barang yang semakin banyak volumenya, dan semakin cepat didukung empat pelabuhan di Jawa Timur (Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Gresik, Pelabuhan Probounggo Dan Pelabuhan Tanjung Wangi) antar pulau dan aktivitas ekspor dan impor dengan volume peti kemas yang bongkar muat yang tinggi.  Selain dukungan infrastruktur darat dan air, penyediaan transportasi melalui udara di Jawa Timur dilakukan di 3 (tiga) Bandara Juanda dan Bandara Abdulrahman Saleh dan Bandara Blimbingsari Banyuwangi.

Detail uraian lengkap tentang bagian ini silahkan klik link/tautan berikut : Sarana Prasarana dan Kelembagaan.

4. Ekonomi, Konsumsi dan Pemasaran Hasil Pertanian

Salah satu indikator untuk mengukur kemakmuran daerah adalah tercapainya Pendapatan Daerah Regional Bruto (PDRB). Besaran PDRB menunjukkan tingkat produk yang dihasilkan oleh seluruh faktor produksi, besarnya laju pertumbuhan ekonomi, dan struktur perekonomian pada suatu periode di daerah tertentu sekaligus merangkum perolehan nilai tambah yang dihasilkan. Sektor pertanian dalam perekonomian Jawa Timur cukup memegang peran penting karena merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi cukup besar. Sebagai sektor primer yang membentuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pertanian mempunyai tingkat produktivitas yang sangat tergantung pada kesuburan lahan dan teknologi yang ditetapkan serta kondisi iklim. Dalam perhitungan PDRB, yang termasuk dalam sub sektor tanaman pangan dan hortikultura meliputi padi, jagung, kedelai, kacang tanah, sayur-sayuran, buah-buahan, tanaman pangan lainnya dan hasil-hasil produk ikutannya seperti beras tumbuk, dan gaplek.

Detail uraian lengkap tentang bagian ini silahkan klik link/tautan berikut : Ekonomi, Konsumsi dan Pemasaran Hasil Pertanian.

5. Sumber Daya Manusia

Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) merupakan data strategis bagi Jawa Timur, karena sektor pertanian merupakan sektor dominan setelah sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR), dan sektor industri.
Dalam mengoptimalkan program pembangunan tanaman pangan dan hortikultura, tenaga kerja mempunyai peran yang sangat penting. Tenaga kerja pertanian (dalam arti sempit) merupakan tenaga kerja terbesar dengan jumlahnya mencapai 7,26 juta jiwa pada bulan Agustus 2014 atau 37,61 persen dari jumlah tenaga kerja Jawa Timur yang tersebar ke dalam empat sub sektor pertanian. Secara nasional, prosentase tenaga kerja pertanian di Jawa Timur sebesar 18,63 persen dari tenaga kerja pertanian nasional yang mencapai 38,97 juta jiwa.

Detail uraian lengkap tentang bagian ini silahkan klik link/tautan berikut: Sumber Daya Manusia.